5 Jenis Bunga Kredit Yang Wajib Anda Ketahui Sebagai Acuan menghitung Simulasi Kredit

Membeli barang secara kredit memang cukup membantu kita untuk mendapatkan barang dengan harga yang cukup mahal seperti motor, mobil, hingga rumah. Apalagi saat ini juga sudah cukup banyak pihak atau instansi yang membuka kredit baik secara online maupun offline atau  secara langsung. Ngomong-ngomong tentang kredit pasti tidak akan berkaitan dengan bunga kredit dan simulasi kredit. Nah bagi kalian yang belum mengetahui apa saja jenis bunga kredit simak informasi berikut.

Apa Itu Bunga Kredit

Bunga kredit biasanya ditambahkan pada total angsuran yang anda bayarkan. Anda bisa menghitung bunga dan total angsuran dengan simulasi kredit terlebih dahulu sebelum mengambil kredit. Bunga kredit merupakan biaya jasa yang harus dibayarkan oleh nasabah atau peminjam dana kepada bank atau instansi penyedia dana.

Setiap bank dan instansi memberikan besaran bunga yang berbeda misalnya bank A memberikan bunga 10% pada pinjaman diatas satu juta, sedangkan bank B hanya memberikan bunga sebesar 8% pada pinjaman diatas satu juta, namun pada perhitungan bunga semua sama, maka dari itu simulasi kredit sangat efektif untuk digunakan. 

Jenis Bunga Kredit

Ada 5 jenis suku bunga kredit yang ada saat ini, anda perlu mengetahui jenis bunga apa yang berlaku pada kredit anda, hal ini juga cukup penting untuk keperluan financial. Berikut 5 jenis bunga kredit yang ada.

  • Bunga Efektif

Bunga ini dihitung dari sisa jumlah pinjaman pokok. Jadi apabila pinjaman pokok yang anda pinjam sudah menyusut, maka bunganya juga akan semakin kecil. Bunga efektif ini biasanya digunakan untuk kredit jangka panjang seperti KPR, sebelum anda memutuskan untuk mengambil KPR anda bisa menghitung total bunga yang harus dibayarkan melalui simulasi kredit kpr.

  • Bunga Tetap

Bunga tetap atau sering dikenal sebagai bunga fixed merupakan bunga yang diberikan secara tetap dan tidak berubah sampai jangka waktu kredit selesai. Mayoritas bank dan instansi lain menerapkan bunga kredit tetap ini.

  • Bunga Flat

Suku bunga flat ini biasanya diterapkan pada kredit jangka pendek seperti kredit peralatan rumah tangga, ataupun handphone. Bunga ini mengacu pada pinjaman pokok awal, jadi jumlah cicilan dan angsuran setiap bulannya tetap sama.

  • Bunga Mengambang 

Bunga mengambang atau floating ini adalah bunga yang diberikan oleh bank atau instansi akan berubah-ubah sesuai dengan suku bunga yang ada di pasar. Jadi anda bisa mendapatkan bunga yang lebih sedikit atau malah lebih besar untuk setiap angsurannya.

  • Bunga Anuitas 

Perhitungan bunga anuitas bisa dibilang cukup rumit, angsuran setiap bulan yang diberikan tetap namun jumlah bunga dan angsuran pokok akan berubah-ubah, bunga anuitas adalah bunga yang memodifikasi sistem perhitungan bunga efektif. Sebaiknya anda menghitung dengan software tertentu atau dengan aplikasi simulasi kredit.

Demikian pengertian mengenai suku bunga kredit, jangan lupa untuk menghitungnya dengan simulasi kredit, agar anda tau berapa jumlah angsuran dan bunga yang harus dibayarkan. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat dan terimakasih.

Hal Penting Sebelum Lengkapi Syarat Pinjam Uang Jaminan Sertifikat Rumah

Ketika mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah pada lembaga keuangan, kamu tentu harus melengkapi syarat yang berlaku. Nah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum melengkapi syarat pinjam uang jaminan sertifikat rumah.

Alasan Ajukan Pinjaman

Pengajuan pinjaman dana sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produktif. Pasalnya, jumlah pinjaman yang besar akan rugi jika tidak kamu manfaatkan sebagai sumber dana selanjutnya. Jadi, kamu bisa gunakan sebagian dana tersebut untuk memulai usaha yang menguntungkan seperti buka usaha laundry rumahan, toko kelontong bahkan beli rumah kontrakan agar bisa menghasilkan uang. 

Keuntungan mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah lebih besar. Selain itu lembaga keuangan juga lebih memperhitungkan sertifikat rumah karena merupakan aset properti. Namun kamu akan dikenakan bunga pinjaman yang tinggi sekitar 10% ke atas. Selain itu risiko sita apabila kamu menyalahi perjanjian. Sertifikat rumah juga akan ditahan selama kamu belum melunasi pinjaman tersebut. 

Pertimbangkan Kemungkinan Terburuk

Sebelum mengambil keputusan untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, maka ada baiknya kamu mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Kamu harus yakin sanggup melakukan pembayaran setiap bulannya agar tidak terjadi cacat nama. Apabila kamu memiliki kendala dalam jangka waktu pembayaran, maka pilihlah lembaga keuangan yang memiliki program jangka waktu pembayaran lebih lama. Umumnya tenor yang disediakan adalah 5 tahunan, walaupun ada pula yang 10 tahunan. 

Apabila kamu sanggup membayar angsuran dan yakin tidak akan mendapatkan kendala, maka lanjutkan pengajuan. Selanjutnya pastikan kamu menyanggupi ketentuan dan syarat pinjam uang jaminan sertifikat rumah. Kamu harus memastikan pula catatan BI checking dalam keadaan baik alias tidak ada catatan merah dalam riwayat kredit atau angsuran sebelumnya. 

Lembaga Pinjaman yang Aman

Kamu pasti tahu bahwa sudah banyak lembaga keuangan yang melayani pembiayaan non perbankan di mana menerima jaminan sertifikat rumah dan berlomba dalam mendapatkan nasabah baru. Oleh karena itu kamu harus memilih lembaga keuangan yang profesional. Kamu bisa menemukan lembaga yang memiliki legalitas dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asuransi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). 

Syarat Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah di Bank

Umumnya orang memilih bank sebagai lembaga keuangan terpercaya untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Syarat yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:

  1. Foto copy KTP
  2. Foto copy Kartu Keluarga
  3. Foto surat nikah
  4. Slip gaji atau surat keterangan penghasilan
  5. Foto copy SK pengangkatan pegawai
  6. Foto copy tabungan 3 bulan terakhir
  7. Foto copy NPWP

Itulah penjelasan mengenai hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan syarat pinjam uang jaminan sertifikat rumah. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada situs resmi bank atau menanyakan pada pihak bank secara langsung.